April 2019 - BERITA VIRAL

Hot

Post Top Ad

Monday, 29 April 2019

Kaki Tertimpa Lemari, Sakit Syahrini Hilang Dengan Es Durian

April 29, 2019 0
Syahrini, tak putus asa untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara walaupun tengah tertimpa musibah. Jelang Pemilu 2019, kakinya tertimpa lemari yang berisi koleksi parfum sang suami, Reino Barack.
Meski begitu ia menyumbangkan suaranya untuk masa depan yang lebih baik bagi Indonesia. Dalam jet pribadi, Syahrini memamerkan kelingkingnya yang telah tercelup tinta ungu.
Ya, usai mencoblos Syahrini dan Reino Barack menggunakan jet pribadi untuk berobat ke dokter.

“Demi negri ini Incess mau nyoblos… Ga mau Golput walaupun kaki inces terluka,” tulis Syahrini, dalam keterangan sebuah video di Instagram story.
Hingga kini, Syahrini mengaku kakinya masih bengkak. Untungnya, saat ini sedikit terlupakan.

“Kaki masih bengkak, but… Ada es potong durian rasa sakit jadi sedikit lupa,” tulis Syahrini.
Read More

Dengar Macam-Macam Cerita Tentang Aiman, Kena Dapat Restu Saya- Zainol Macwilson

April 29, 2019 0
Hubungan percintaan pelakon Zahirah Macwilson dan Aiman Hakim Ridza bukanlah suatu perkara rahsia lagi. Mereka juga terbuka menampilkan kemesraan bersama dengan umum. Ramai peminat menyifatkan mereka pasangan merpati dua sejoli, selalu sahaja nampak sangat mencintai antara satu sama lain. Kata orang, semakin ‘bersemut’.

Bagaimanapun, bapa kepada Zahirah iaitu Zainol Macwilson hanya mengetahui tentang hubungan anaknya itu melalui media sosial sahaja dan mengakui tidak begitu mengenali Aiman.
Nampaknya mereka bukan sekadar berkawan, hubungan mereka kelihatan begitu intim. Namun, saya tak berapa kenal sangat dengan Aiman. Saya tak tahu dia budak baik atau tidak. Saya tak tahu hal sebenar kerana orang boleh cerita macam-macam.

Berbicara mengenai perancangan Zahirah dan Aiman yang ingin bertunang, Zainol berkata mereka harus mendapatkan restunya terlebih dahulu.
Memandangkan saya masih hidup, of course the right thing to do kena minta restu ibu bapa. Kalau dua-dua restu, ok. Kalau dua-dua tak restu tak ok. Kalau salah seorang sahaja yang restu pun tak ok juga.
Terdahulu, Aiman sudah bertemu dengan ibu Zahirah dan pertemuan itu berjalan dengan baik. Ibu Zahirah juga seakan merestui hubungan cinta pasangan ini apatah lagi melihat anak perempuannya itu cukup bahagia disamping Aiman. Mungkin lepas ini Zahirah boleh bawa kekasih hatinya itu bertemu bapanya pula. Lebih mengenali dan siapa tahu boleh dapat lampu hijau untuk bertunang.


Sumber : Disini
Read More

Saturday, 20 April 2019

KPU Akan Lakukan Pemungutan Suara Ulang Jika Bawaslu Merekomendasikannya

April 20, 2019 0
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, Agus Salim Wahid mengatakan siap untuk melakukan pemungutan suara ulang pemilu legislatif dan presiden jika memang ada rekomendasi dari pihak Bawaslu/Panwaslu karena satu dan lainnya hal.
"Tidak ada masalah kalau harus digelar pemungutan suara di TPS bermasalah," katanya di Palu, Sabtu (20/4/2019).
Agus Salim mengatakan sejauh ini, pihak KPU Kota Palu belum menerima laporan dari Bawaslu/Panwaslu soal adanya pelanggaran saat pemungutan suara yang dilaksanakan serentak pada 17 April 2019.
"Kalaupun terbukti harus digelar pemungutan suara ulang maka KPU siap melaksanakan," ujar dia seperti dikutip dari Antara.
Tetapi secara umum, pelaksanaan pemilu serentak pileg dan pilpres di Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng yang berlangsung Rabu (17/4) 2019, berjalan aman dan lancar.

Pelaksanaan pemungutan suara berjalan sesuai dengan jadwal dan waktu yang telah ditetapkan KPU meskipun di daerah pinggiran yang masih sulit dijangkau kendaraan roda empat.
Begitu pula pemungutan suara di lokasi-lokasi penampungan pengungsi korban bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) berlangsung aman dan lancar.

Menurut dia, suksesnya pelaksanaan pemilu di ibu kota provinsi itu dikarenakan adanya partisipasi semua pihak, termasuk masyarakat yang begitu antusias melaksanakan pencoblosan di TPS saat hari H pemilu 2019.
Pelaksanaan pemungutan suara di Palu dilakukan di 1.075 TPS yang tersebar di 46 kelurahan dari delapan kecamatan yang ada.

Sumber : Disini
Read More

Gugurnya Para Pengawal Demokrasi 17 April 2019

April 20, 2019 0
 Tahapan pemungutan suara Pemilu 2019 sudah digelar Rabu kemarin, 17 April 2019. Pesta demokrasi lima tahunan ini digelar serentak, antara pemilihan presiden-wakil presiden (pilpres) dan memilih wakil rakyat di lembaga legislatif yaitu DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.
Namun demikian, berita duka muncul seiring aman dan kondusifnya perhelatan Pemilu. Para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di sejumlah daerah meninggal saat menjalankan tugas pemungutan suara. Mereka gugur saat mengemban tugas negara.

    Tumpukan tugas dan kondisi fisik yang lemah akibat kurang tidur jadi penyebab sejumlah petugas KPPS di berbagai daerah meninggal dunia akibat kelelahan.
    KPU Jawa Barat mencatat, 10 petugas KPPS-nya meninggal dunia saat atau sesudah bertugas. Mereka berasal dari Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, Purwakarta dan Ciamis.

    Di luar itu, ada beberapa petugas KPPS di wilayah lain yang juga terpantau meninggal akibat kelelahan setelah menghitung suara di TPS selama dua hari non-stop. Di media sosial, ungkapan berdukacita dan berbelasungkawa terhadap jasa para petugas itu disampaikan warga net dengan menyertakan tagar #MartirDemokrasi.
    Rusdiono (60), petugas KPPS di TPS 97, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor meninggal dunia setelah tak sadarkan diri usai mengantar surat suara ke kantor kecamatan pada Kamis malam.
    Sebelumnya, Ketua KPPS bernama Jaenal meninggal dunia setelah sempat pingsan usai melakukan pengecekan TPS 09 di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu, 17 April 2019.

    Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, Jaenal sempat berkeliling mengecek TPS yang tersebar di Desa Sukaharja. Namun, saat melakukan pengecekan di TPS 09, Jaenal jatuh pingsan hingga tak sadarkan diri. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Milenia Kota Bogor. Namun, pada saat menjalani perawatan di ruang IGD RS Milenia, Jaenal meninggal dunia.
    Di Jakarta, Ketua KPPS 017 Tamansari, Jakarta Barat berinisial AS ditemukan meninggal dunia saat pemungutan suara Pemilu 2019.
    Sebelumnya, dia pamit kepada temannya untuk tidur sejenak di dalam ruangan salah satu kantor yang dekat dengan TPS tempat ia bertugas.
    "Nggak lama ditemukan tak bernyawa. Keluarga sudah suruh korban istirahat pada malam itu," ungkap Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Ruli Indra Wijayanto.
    Menurut informasi, AS memang mempunyai riwayat sakit. Ditambah kondisinya yang kelelahan. AS mengembuskan napas terakhir saat tengah menjalankan tugas. Dia sudah dimakamkan pihak keluarga.

    Sementara itu, di Tasikmalaya, dilaporkan dua petugas KPPS di Tasikmalaya meninggal dunia karena sakit setelah pemungutan suara. Mereka adalah upriyanto (54) warga Kampung Ciburaleng, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang dan Jeje (60) warga Kampung/Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras.
    Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya Furkon mengatakan, keduanya diduga meninggal karena kelelahan dan memiliki riwayat penyakit. Petugas KPPS itu, kata dia, melaksanakan tugasnya dimulai dari pencoblosan hingga penghitungan perolehan suara yang rata-rata pelaksanaannya hingga pukul 04.00 WIB.

    "Tentunya mereka juga kurang tidur apalagi sebelum pencoblosan para petugas juga telah sibuk mempersiapkan lokasi TPS dan lainnya," katanya. 
    Selain itu, di Lampung, sebanyak tiga petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia hingga dirawat di rumah sakit selama pelaksanaan Pemilu 2019 di Provinsi Lampung. 

    Tiga petugas KPPS meninggal dunia karena kelelahan dan ada yang dirawat karena menjadi korban pembegalan, kelelahan, dan kecelakaan," kata Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono, di Bandarlampung, Sabtu malam.
    Dia menjelaskan tiga petugas KPPS yang meninggal dunia yakni KPPS Way Kanan atas nama Paidi yang bertugas di TPS 3 Negara Harja, Kecamatan Pakuan Ratu.
    Kemudian KPPS Pesawaran atas nama Ikhwanudin Yuda Putra yang bertugas di TPS 7 Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, dan KPPS Bandarlampung atas nama Bambang Wijayanto yang bertugas di TPS 27 Kelurahan Sepang Jaya, Labuhan Ratu.

    "Dua petugas KPPS Way Kanan dan Pesawaran meninggal dunia karena kelelahan, sedangkan petugas KPPS Bandarlampung meninggal dunia saat selesai melakukan pemungutan dan hitung suara di TPS dan akan membagikan honor KPPS," kata dia. 

    Sumber: Disini
    Read More